Langsung ke konten utama

Hygene dan Sanitasi Lingkungan



MAKALAH
HYGENE DAN SANITASI LINGKUNGAN

 
BAB I
PEDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kebersihan sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat berpengaruh diantaranya kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan. Persepsi seseorang terhadap kesehatan,serta perkembangan ( dalam Tarwoto & Wartonah 2006).
Ada pepatah yang mengatakan “Men Sana In Corpore Sano”, yang artinya dalam tubuh yang sehat, akan terdapat jiwa yang sehat. Akan tetapi masih banyak juga orang yang sakit dan biasanya karena pola hidup mereka sendiri yang kurang baik dan kebiasaan yang kurang baik sehingga dapat melemahkan dan merusak tubuh.
Perihal kesehatan cukup mudah untuk dipahami, akan tetapi masih banyak orang yang sakit karena kurangnya pengetahuan tentang arti kesehatan ataupun karena lalai.
Jika seseorang sakit,biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan.Hal initerjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalahsepele,padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatansecara umum (dalam Tarwoto & Wartonah 2006).
Oleh karena itu makalah ini dibuat untuk menjelaskan bagaimana kesehatan dari masyarakat dan juga kebersihan lingkungan. Banyak orang yang masih belum paham dengan apa yang menjadikan tubuhnya sehat, diantaranya adalah kebersihan.


B.      
C.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Hygiene ?
2.      Apa pengertian dari sanitasi lingkungan ?
3.      Apa ruang lingkup dari hygiene ?
4.      Apa ruang lingkup dari sanitasi lingkungan ?
5.      Bagaimana upaya mengatasi sanitasi lingkungan ?
6.      Bagaimana upaya mengatasi hygiene ?

D.    Tujuan
1.      Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan
2.      Menjelaskan pengertian dari Hygiene
3.      Menjelaskan pengertian dari sanitasi lingkungan
4.      Menjelaskan ruang lingkup hygiene
5.      Menjelaskan ruang lingkup sanitasi lingkungan
6.      Menjelaskan upaya mengatasi sanitasi lingkungan
7.      Menjalaskan upaya mengatasi hygiene



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Hygiene
Kata “hygiene” berasal dari bahasa Yunani yang artinya ilmu untuk membentuk dan menjaga kesehatan (Streeth, J.A. and Southgate,H.A, 1986). Dalam sejarah Yunani, Hygiene berasal dari nama seorang Dewi yaitu Hygea (Dewi pencegah penyakit). Arti lain dari Hygiene ada beberapa yang intinya sama yaitu:
1.                  Ilmu yang mengajarkan cara-cara untuk mempertahankan kesehatan jasmani, rohani dan social untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
2.                  Suatu pencegahan penyakit yang menitikberatkan pada usaha kesehatan perseorangan atau manusia beserta lingkungan tempat orang tersebut berada.
3.                  Keadaan dimana seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan aman (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
4.                  Menurut Brownell, hygine adalah bagaimana caranya orang memelihara dan melindungi kesehatan.
5.                  Menurut Gosh, hygiene adalah suatu ilmu kesehatan yang mencakup seluruh factor yang membantu/mendorong adanya kehidupan yang sehat baik perorangan maupun melalui masyarakat.
6.                  Menurut Prescott, hygiene menyangkut dua aspek yaitu:
-          Yang menyangkut individu (personal hygiene)
-          Yang menyangkut lingkungan (environment)


B.      
B.     Pengertian Sanitasi
Pengertian sanitasi ada beberapa yaitu:
1.                  Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
2.                  Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan agar hygienis (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
3.                  Menurut Dr.Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
4.                  Menurut Ehler & Steel, sanitation is the prevention od diseases by eliminating or controlling the environmental factor which from links in the chain of tansmission.
5.                  Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap factor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.
Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Sedangkan hygiene adalah bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar tetap sehat.


C.     Ruang Lingkup Hygiene dan Sanitasi
1.      Ruang lingkup hygiene
Masalah hygiene tidak dapat dipisahkan dari masalah sanitasi, dan pada kegiatan pengolahan makanan masalah sanitasi dan hygiene dilaksanakan bersama-sama. Kebiasaan hidup bersih, bekerja bersih sangat membantu dalam mengolah makanan yang bersih pula. Ruang lingkup hygiene meliputi:
a.       Hygiene perorangan
1)      Pengertian Personal hygiene
Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan perorangan adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka. Kebersihan perorangan sangat penting untuk diperhatikan. Pemeliharaan kebersihan perorangan diperlukan untuk kenyamanan individu , keamanan dan kesehatan ( Potter, 2005).
2)      Jenis-jenis Personal hygiene
Kebersihan perorangan meliputi :
a)      Kebersihan kulit
Kebersihan kulit merupakan cerminan kesehatan yang paling pertama memberi kesan, oleh karena itu perlu memelihara kulit sebaik-sebaiknya. Pemeliharaan kesehatan kulit tidak dapat terlepas dari kebersihan lingkungan , makanan yang dimakan serta kebiasaan hidup sehari – hari.
b)      Kebersihan rambut
Rambut yang terpelihara dengan baik akan membuat terpelihara dengan subur dan indah sehingga akan menimbulkan kesan cantik dan tidak berbau apek.
c)      Kebersihan gigi
Menggosok gigi dengan teratur dan baik akan menguatkan dan membersihkan gigi sehingga terlihat cemerlang.
d)     Kebersihan mata
Mata yang bersih akan sangat membentu, kerana mata merupakan salah satu bagian dari indera yang penting.
e)      Kebersihan telinga
Membersihkan telingan termasuk hal yang penting, walaupun tidak harus dilakukan setiap saat.
f)       Kebersihan tangan, kaki dan kuku
Seperti halnya kulit, tangan,kaki dan kuku harus dipelihara dan ini tidak terlepas dari kebersihan lingkungan sekitar dan kebiasaan hidup sehari-hari. Selain indah dipandang mata, tangan, kaki, dan kuku yang bersih juga menghindarkan kita dari berbagai penyakit. Kuku dan tangan yang kotor dapat menyebabkan bahaya kontaminasi dan menimbulkan penyakit-penyakit tertentu.
3)      Faktor – faktor yang mempengaruhi personal hygiene
Menurut Depkes (2000) Faktor – faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah:
a)      Citra tubuh ( Body Image)
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya.
b)      Praktik Sosial
Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene .
c)      Status Sosial Ekonomi
Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
d)     Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya.
e)      Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan.
f)       Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun, sampo dan lain – lain.
g)      Kondisi fisik atau psikis
Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.
b.      Hygiene makanan dan minuman
1)      Pengertian
Sanitasi makanan adalah untuk mencegah kontaminasi makanan dengan zat-zat yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan diperlukan penerapan sanitasi makanan. Sanitasi makanan adalah usaha untuk mengamankan dan menyelamatkan makanan agar tetap bersih, sehat dan aman (Ricki M. Mulia, 2005).
Makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok manusia yang diperlukan setiap saat dan harus ditangani dan dikelola dengan baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Pengelolaan yang baik dan benar pada dasarnya adalah mengelola makanan dan minuman berdasarkan kaidah-kaidah dari prinsip hygiene sanitasi makanan (Depkes RI, 2004).
Hygiene sanitasi makanan dan minuman adalah upaya mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Persyaratan hygiene sanitasi adalah ketentuan-ketentuan teknis yang ditetapkan terhadap produk rumah makan dan restoran, personel dan perlengkapannya yang meliputi persyaratan bakteriologis, kimia dan fisika (Depkes RI, 2003).
2)      Prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman
Pengertian dari prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman adalah pengendalian terhadap tempat/bangunan, peralatan, orang dan bahan makanan. Prinsip ini penting untuk diketahui karena berperan sebagai faktor kunci keberhasilan usaha makanan. Suatu usaha makanan yang telah tumbuh dan berkembang dengan baik, jika melalaikan pringsip-prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman, besar kemungkinan pada suatu saat akan merugikan. Menurut Depkes RI, 2004, enam prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman yaitu :
a)      Prinsip 1 : Pemilihan Bahan Makanan.
Kualitas bahan makanan yang baik dapat dilihat melalui ciri-ciri fisik dan mutunya dalam hal ini bentuk, warna, kesegaran, bau dan lainnya. Bahan makanan yang baik terbebas dari kerusakan dan pencemaran termasuk pencemaran oleh bahan kimia seperti pestisida (Kusmayadi, 2008).
b)      Prinsip 2 : Penyimpanan Bahan Makanan.
Proses penyimpanan bahan makanan adalah agar bahan makanan tidak mudah rusak dan kehilangan nilai gizinya. Semua bahan makanan dibersihkan terlebih dahulu sebelum disimpan, yang dapat dilakukan dengan cara mencuci. Setelah dikeringkan kemudian dibungkus dengan pembungkus yang bersih dan disimpan dalam ruangan yang bersuhu rendah (Kusmayadi, 2008).
c)      Prinsip 3 :Pengolahan Makanan
Pengolahan makanan adalah proses pengubahan bentuk dari bahan mentah menjadi makanan yang siap santap. Pengolahan makanan yang baik adalah yang mengikuti kaidah prinsip-prinsip hygiene sanitasi (Depkes RI, 2004). Dalam proses pengolahan makanan, harus memenuhi persyaratan hygiene sanitasi terutama menjaga kebersihan peralatan masak yang digunakan, tempat pengolahan atau disebut dapur serta kebersihan penjamah makanan (Kusmayadi, 2008).
d)     Prinsip 4 : Penyimpanan Makanan Masak Menyimpanan makanan dan minuman yang sudah masak di tempat-tempat yang tidak terjangkau tikus, serangga, binatang pengganggu lainnya. Adapun karakteristik dari pada pertumbuhan bakteri pada makanan masak yang harus dipantau dan dijaga adalah kadar air makanan, jenis makanan, suhu makanan.
e)      Prinsip 5: Pengangkutan Makanan.
Pengangkuatan makanan yang sehat akan sangat berperan didalam mencegah terjadinya pencemaran makanan. Pencemaran pada makanan masa lebih tinggi resikonya daripada pencemaran pada bahan makanan. Oleh karena itu titik berat pengendalian yang perlu diperhatikan adalah pada makanan masak. Dalam proses pengangkutan makanan banyak pihak yang terkait mulai dari persiapan, pewadahan, orang ,suhu dan kendaraan pengangkutan itu sendiri.
f)       Prinsip 6 : Penyajian Makanan
Makanan yang disajikan pada tempat yang bersih, peralatan yang digunakan bersih, sirkulasi udara dapat berlangsung, penyaji berpakaian bersih dan rapi menggunakan tutup kepala dan celemek. Tidak boleh terjadi kontak langsung dengan makanan yang disajikan (Kusmayadi, 2008).

2.      Ruang lingkup Sanitasi
Berdasarkan pengertiannya yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu upaya pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Di dalam Undang-Undang Kesehatan No.23 tahun 1992 pasal 22 disebutkan bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, yang dapat dilakukan dengan melalui peningkatan sanitasi lingkungan, baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia, atau biologis termasuk perubahan perilaku.
Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia, melalui pemukiman antara lain rumah tinggal dan asrama atau yang sejenisnya, melalui lingkungan kerja antra perkantoran dan kawasan industry atau sejenis. Sedangkan upaya yang harus dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan adalah obyek sanitasi meliputi seluruh tempat kita tinggal/bekerja seperti: dapur, restoran, taman, public area, ruang kantor, rumah dsb.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup kegiatan sanitasi di hotel meliputi aspek sebagai berikut:
a.       Penyediaan air bersih/ air minum (water supply) Meliputi hal-hal sebagai berikut:
-          Pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas
-          Pemanfaatan air
-          Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air
-          Cara pengolahan
-          Cara pemeliharaan. 
b.      Pengolahan sampah (refuse disposal) Meliputi hal-hal berikut :
·         Cara/system pembuangan
·         Peralatan pembuangan dan cara penggunaannya
·         serta cara pemeliharaannya
c.       Pengolahan makanan dan minuman (food sanitation) Meliputi hal-hal sebagai berikut:
·         pengadaan bahan makanan/bahan baku
·         Penyimpanan bahan makanan/bahan baku
·         Pengolahan makanan
·         Pengangkutan makanan
·         Penyimpanan makanan
·         Penyajian makanan
d.      Pengawasan/pengendalian serangga dan binatang pengerat (insect and rodent control)
Meliputi cara pengendalian vector
e.       Kesehatan dan keselamatan kerja, Meliputi hal-hal sebagai berikut:
·         Tempat/ruang kerja
·         Pekerjaan
·         Cara kerja
·         Tenaga kerja/pekerja

D.     
E.     Upaya Mengatasi Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan
1.      Upaya Mengatasi Sanitasi Lingkungan
Saat ini, 70% dari rumah di kota menggunakan septik tank pribadi, tetapi sebagian besar tidak berfungsi baik, sementara kurangnya investasi, minat dan aturan dari pemerintah setempat berakibat pada perencanaan yang kurang tepat bagi pelayanan sanitasi termasuk pembuangan kotoran. Berikut upaya ESP untuk membantu mengatasi masalah ini:
a.       Pemetaan Sanitasi
Langkah pertama untuk memperbaiki sanitasi di seluruh kota. Kegiatan ini melibatkan identifikasi situasi pelayanan air dan sanitasi sekarang, sumber polusi, serta pertimbangan teknis dan sosial lain. Hal ini akan membantu pengambil keputusan untuk menetapkan prioritas program sanitasi jangka pendek hingga menengah.
b.      Sistem Air Limbah Terpusat
Sistem air limbah terpusat terdiri dari jaringan got dan instalasi pengolahan air limbah. Untuk meningkatkan operasi sistem-sistem ini, ESP mendorong sistem penagihan biaya yang tepat, meningkatnya efisiensi, meningkatnya pendapatan melalui basis pembayaran dan pelanggan yang lebih luas, dan perhatian lebih pada perbaikan dan pemeliharaan.
c.       Sanitasi berbasis Masyarakat
Sistem kecil yang biasanya melibatkan hingga 100 keluarga dan dioperasikan oleh masyarakat atau LSM setempat atas nama masyarakat. Di wilayah yang rumah-rumahnya memiliki toilet, terdiri atas jaringan saluran pembuangan dari masing-masing rumah menuju fasilitas pengolahan bawah tanah. Untuk lingkungan perumahan yang tidak memiliki toilet, fasilitas sanitasi ini adalah Mandi, Cuci dan Kakus (MCK++), termasuk pasokan air dan fasilitas pengolahan air limbah bawah tanah.
d.      Tinja
Setiap kota besar memiliki instalasi pengolahan tinja, tetapi sebagian besar instalasi tersebut tidak berfungsi. Sistem pengumpulan kotoran juga dioperasikan (oleh sektor pemerintah atau swasta), tetapi pengurasan septik tank tidak terjadi secara teratur.
e.       Sampah padat
ESP memfokuskan pada sistem Pengelolaan Sampah Padat Berbasis Masyarakat (CBSWM), dengan mengurangi jumlah sampah padat melalui promosi penggunaan kembali, daur ulang, dan pembuatan kompos.
2.      Upaya mengatasi Hygiene
Program Jamkesmas merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi hak pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin sebagaimana diamanatkan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28H dan Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Program Jamkesmas dimulai Tahun 2008 yang merupakan lanjutan dari program-program yang sudah dijalankan sebelumnya, terakhir melalui program asuransi sosial yang dikenal dengan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (PJKMM) dan Askeskin Tahun 2004 s.d. 2007. Keberadaan program Jamkesmas diharapkan mampu meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal secara efektif dan efisien bagi seluruh peserta Jamkesmas.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kata “hygiene” berasal dari bahasa Yunani yang artinya ilmu untuk membentuk dan menjaga kesehatan.  Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
Ruang lingkup dari hygiene dibagi menjadi 2, yaitu hygiene perorangan dan hygiene makanan dan minuman. Sedangkan ruang lingkup kegiatan sanitasi di hotel meliputi aspek sebagai berikut:
1. Penyediaan air bersih/ air minum (water supply)
3.      Pengolahan sampah (refuse disposal)
4.      Pengolahan makanan dan minuman (food sanitation)
5.      Pengawasan/pengendalian serangga dan binatang pengerat (insect and rodent control)
6.      Kesehatan dan keselamatan kerja,
Upaya mengatasi sanitasi lingkungan, diantaranya dengan pemetaan sanitasi (langkah pertama untuk memperbaiki sanitasi di seluruh kota), sistem air limbah terpusat (sistem air limbah terpusat terdiri dari jaringan got dan instalasi pengolahan air limbah), sanitasi berbasis masyarakat(sistem kecil yang biasanya melibatkan hingga 100 keluarga dan dioperasikan oleh masyarakat atau LSM setempat atas nama masyarakat), tinja(sistem pengumpulan kotoran juga dioperasikan oleh sektor pemerintah atau swasta, tetapi pengurasan septik tank tidak terjadi secara teratur), sampah padat(ESP memfokuskan pada sistem Pengelolaan Sampah Padat Berbasis Masyarakat (CBSWM), dengan mengurangi jumlah sampah padat melalui promosi penggunaan kembali, daur ulang, dan pembuatan kompos).
Sedangkan upaya mengatasi Hygiene (kesehatan masyarakat), diantaranya adalah program Jamkesmas. Program jamkesmas merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi hak pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin sebagaimana diamanatkan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28H dan Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

B.     Saran
Sebagimana telah dijelaskan, sebagai masyarakat yang baik yang mencintai lingkungan sebaiknya harus menjaga kesehatan. Dengan menjaga kebersihan itu merupakan modal awal kita untuk menjaga kesehatan. Oleh karea itu, saya menyarankan untuk selalu manjaga kebersihan, walaupun dengan hal yang sangat sederhana. Namun itu akan memberikan dampak banyak bagi tubuh kita.
Selain itu kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah juga dibutuhkan untuk menjaga kebersihan di masyarakat. Karena dengan lingkungan masyarakat yang bersih maka akan menjadikan kesehatan masyarakat di sekitarnya terjaga. Seperti halnya dengan melakukan kerja bakti setiap satu minggu sekali.

DAFTAR PUSTAKA

http://gagaje.blogspot.com/2013/05/pengertian -sanitasi-dan-hygiene.html?m=1

Komentar

  1. Rizk Casino and Sportsbook Review 2021
    Rizk Casino is a top-rated online 부산광역 출장마사지 casino powered by Microgaming, providing an excellent 아산 출장샵 range of 천안 출장마사지 slots, bingo, and table 충청남도 출장안마 games. It is owned and operated 제주도 출장마사지

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASALAH PEMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

`MASALAH PEMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA disusun oleh : 1.     ASY SYIFA LABIBAH                          (K2313010) 2.     GINA PURI UTARI                                (K2313028) 3.     MUKHAMAD SAIFUDIN                    (K2313046) KELAS A PRODI P.FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2013 KATA PENGANTAR Mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas selesainya tugas makalah mata kuliah ilmu kependidikan yang berjudul “ Masalah Pemerataan Pendidikan di Indonesia “. Dalam makalah ini akan membahas tentang pemerataan p...

PROFESI GURU DAN PENGEMBANGANNYA

PENGEMBANGAN PROFESI GURU FISIKA Artikel Profesi Guru dan Pengembangannya Pembimbing: Prof. Dr. H. Widha Sunarno, M. Pd Tujuan Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas dan guna mengembangkan kemampuan dibidang akademis mata kuliah Pengembangan Profesi Guru Fisika Disusun Oleh FKIP Pendidikan Fisika 2013; Kelas A: Gina Puri Utari K2313028 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 201 5 PROFESI GURU DAN PENGEMBANGANNYA Abstrak Guru memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru. Tugas dan tanggung jawab guru tersebut berkembang seiring dengan perjalanan waktu. Jenis kemampuan ideal dapat diklarifikasikan dalam tiga kelompok yaitu: Kemampuan membantu siswa belajar efesien dan efektif mencapai hasil optimal, Kemampuan menjadi penghubung kebudayaan masyarakat yang aktif-kreatif dan Kemampuan menjadi pendukung pengelolaan program kegiatan sekolah d...