MAKALAH
HYGENE DAN SANITASI LINGKUNGAN
BAB I
PEDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebersihan sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Dalam
kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan
mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat
berpengaruh diantaranya kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan. Persepsi seseorang terhadap
kesehatan,serta perkembangan ( dalam Tarwoto & Wartonah 2006).
Ada
pepatah yang mengatakan “Men Sana In Corpore Sano”, yang artinya dalam tubuh
yang sehat, akan terdapat jiwa yang sehat. Akan tetapi masih banyak juga orang
yang sakit dan biasanya karena pola hidup mereka sendiri yang kurang baik dan
kebiasaan yang kurang baik sehingga dapat melemahkan dan merusak tubuh.
Perihal
kesehatan cukup mudah untuk dipahami, akan tetapi masih banyak orang yang sakit
karena kurangnya pengetahuan tentang arti kesehatan ataupun karena lalai.
Jika seseorang sakit,biasanya masalah kebersihan
kurang diperhatikan.Hal initerjadi karena kita menganggap masalah kebersihan
adalah masalahsepele,padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat
mempengaruhi kesehatansecara umum (dalam Tarwoto & Wartonah 2006).
Oleh karena itu makalah ini dibuat untuk
menjelaskan bagaimana kesehatan dari masyarakat dan juga kebersihan lingkungan.
Banyak orang yang masih belum paham dengan apa yang menjadikan tubuhnya sehat,
diantaranya adalah kebersihan.
B.
C. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari
Hygiene ?
2.
Apa pengertian dari
sanitasi lingkungan ?
3.
Apa ruang lingkup
dari hygiene ?
4.
Apa ruang lingkup
dari sanitasi lingkungan ?
5.
Bagaimana upaya
mengatasi sanitasi lingkungan ?
6.
Bagaimana upaya
mengatasi hygiene ?
D. Tujuan
1.
Memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan
2.
Menjelaskan
pengertian dari Hygiene
3.
Menjelaskan
pengertian dari sanitasi lingkungan
4.
Menjelaskan ruang
lingkup hygiene
5.
Menjelaskan ruang
lingkup sanitasi lingkungan
6.
Menjelaskan upaya
mengatasi sanitasi lingkungan
7.
Menjalaskan upaya
mengatasi hygiene
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hygiene
Kata
“hygiene” berasal dari bahasa Yunani yang artinya ilmu untuk membentuk dan
menjaga kesehatan (Streeth, J.A. and Southgate,H.A, 1986). Dalam sejarah
Yunani, Hygiene berasal dari nama seorang Dewi yaitu Hygea (Dewi pencegah
penyakit). Arti lain dari Hygiene ada beberapa yang intinya sama yaitu:
1.
Ilmu yang mengajarkan cara-cara untuk mempertahankan kesehatan jasmani,
rohani dan social untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
2.
Suatu pencegahan penyakit yang menitikberatkan pada usaha kesehatan
perseorangan atau manusia beserta lingkungan tempat orang tersebut berada.
3.
Keadaan dimana seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan aman
(sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang
lainnya.
4.
Menurut Brownell, hygine adalah bagaimana caranya orang memelihara dan
melindungi kesehatan.
5.
Menurut Gosh, hygiene adalah suatu ilmu kesehatan yang mencakup seluruh
factor yang membantu/mendorong adanya kehidupan yang sehat baik perorangan
maupun melalui masyarakat.
6.
Menurut Prescott, hygiene menyangkut dua aspek yaitu:
-
Yang menyangkut individu (personal hygiene)
-
Yang menyangkut lingkungan (environment)
B.
B.
Pengertian Sanitasi
Pengertian sanitasi ada beberapa yaitu:
1.
Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan
kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
2.
Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau
peralatan agar hygienis (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh
bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
3.
Menurut Dr.Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat
yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang
mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
4.
Menurut Ehler & Steel, sanitation is the prevention od diseases by
eliminating or controlling the environmental factor which from links in the
chain of tansmission.
5.
Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap factor-faktor
lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.
Dari
beberapa pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
dengan sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan
kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Sedangkan
hygiene adalah bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar
tetap sehat.
C.
Ruang Lingkup
Hygiene dan Sanitasi
1.
Ruang lingkup
hygiene
Masalah hygiene tidak dapat dipisahkan dari masalah sanitasi, dan pada
kegiatan pengolahan makanan masalah sanitasi dan hygiene dilaksanakan
bersama-sama. Kebiasaan hidup bersih, bekerja bersih sangat membantu dalam
mengolah makanan yang bersih pula. Ruang lingkup hygiene meliputi:
a.
Hygiene perorangan
1)
Pengertian Personal hygiene
Personal
hygiene berasal dari bahasa Yunani
yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat.
Kebersihan perorangan adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara
kesehatan mereka. Kebersihan perorangan sangat penting untuk diperhatikan.
Pemeliharaan kebersihan perorangan diperlukan untuk kenyamanan individu ,
keamanan dan kesehatan ( Potter, 2005).
2)
Jenis-jenis Personal hygiene
Kebersihan perorangan meliputi :
a)
Kebersihan kulit
Kebersihan kulit merupakan cerminan kesehatan yang paling
pertama memberi kesan, oleh karena itu perlu memelihara kulit sebaik-sebaiknya.
Pemeliharaan kesehatan kulit tidak dapat terlepas dari kebersihan lingkungan , makanan
yang dimakan serta kebiasaan hidup sehari – hari.
b)
Kebersihan rambut
Rambut yang terpelihara dengan baik akan membuat
terpelihara dengan subur dan indah sehingga akan menimbulkan kesan cantik dan
tidak berbau apek.
c)
Kebersihan gigi
Menggosok gigi dengan teratur dan baik akan menguatkan
dan membersihkan gigi sehingga terlihat cemerlang.
d)
Kebersihan mata
Mata
yang bersih akan sangat membentu, kerana mata merupakan salah satu bagian dari
indera yang penting.
e)
Kebersihan telinga
Membersihkan
telingan termasuk hal yang penting, walaupun tidak harus dilakukan setiap saat.
f)
Kebersihan tangan,
kaki dan kuku
Seperti halnya
kulit, tangan,kaki dan kuku harus dipelihara dan ini tidak terlepas dari
kebersihan lingkungan sekitar dan kebiasaan hidup sehari-hari. Selain indah
dipandang mata, tangan, kaki, dan kuku yang bersih juga menghindarkan kita dari
berbagai penyakit. Kuku dan tangan yang kotor dapat menyebabkan bahaya
kontaminasi dan menimbulkan penyakit-penyakit tertentu.
3)
Faktor – faktor yang mempengaruhi personal hygiene
Menurut Depkes (2000) Faktor – faktor yang mempengaruhi personal
hygiene adalah:
a)
Citra tubuh ( Body
Image)
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi
kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak
peduli dengan kebersihan dirinya.
b)
Praktik Sosial
Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri,
maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene .
c)
Status Sosial
Ekonomi
Personal hygiene memerlukan
alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, alat mandi yang
semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
d)
Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena
pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien
penderita diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya.
e)
Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak
boleh dimandikan.
f)
Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu
dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun, sampo dan lain – lain.
g)
Kondisi fisik atau
psikis
Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat
diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.
b.
Hygiene makanan dan minuman
1)
Pengertian
Sanitasi makanan adalah
untuk mencegah kontaminasi makanan dengan zat-zat yang dapat mengakibatkan
gangguan kesehatan diperlukan penerapan sanitasi makanan. Sanitasi makanan
adalah usaha untuk mengamankan dan menyelamatkan makanan agar tetap bersih,
sehat dan aman (Ricki M. Mulia, 2005).
Makanan dan minuman
adalah kebutuhan pokok manusia yang diperlukan setiap saat dan harus ditangani
dan dikelola dengan baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Pengelolaan yang
baik dan benar pada dasarnya adalah mengelola makanan dan minuman berdasarkan
kaidah-kaidah dari prinsip hygiene sanitasi makanan (Depkes RI, 2004).
Hygiene sanitasi makanan
dan minuman adalah upaya mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan
perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau
gangguan kesehatan. Persyaratan hygiene sanitasi adalah ketentuan-ketentuan
teknis yang ditetapkan terhadap produk rumah makan dan restoran, personel dan
perlengkapannya yang meliputi persyaratan bakteriologis, kimia dan fisika
(Depkes RI, 2003).
2) Prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman
Pengertian dari prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman adalah pengendalian
terhadap tempat/bangunan, peralatan, orang dan bahan makanan. Prinsip ini
penting untuk diketahui karena berperan sebagai faktor kunci keberhasilan usaha
makanan. Suatu usaha makanan yang telah tumbuh dan berkembang dengan baik, jika
melalaikan pringsip-prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman, besar
kemungkinan pada suatu saat akan merugikan. Menurut Depkes RI, 2004, enam
prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman yaitu :
a) Prinsip 1 : Pemilihan Bahan Makanan.
Kualitas bahan makanan yang baik dapat dilihat melalui ciri-ciri fisik
dan mutunya dalam hal ini bentuk, warna, kesegaran, bau dan lainnya. Bahan
makanan yang baik terbebas dari kerusakan dan pencemaran termasuk pencemaran
oleh bahan kimia seperti pestisida (Kusmayadi, 2008).
b) Prinsip 2 : Penyimpanan Bahan Makanan.
Proses penyimpanan bahan makanan adalah agar bahan makanan tidak mudah
rusak dan kehilangan nilai gizinya. Semua bahan makanan dibersihkan terlebih
dahulu sebelum disimpan, yang dapat dilakukan dengan cara mencuci. Setelah dikeringkan
kemudian dibungkus dengan pembungkus yang bersih dan disimpan dalam ruangan
yang bersuhu rendah (Kusmayadi, 2008).
c) Prinsip 3 :Pengolahan Makanan
Pengolahan makanan adalah proses pengubahan bentuk dari bahan mentah
menjadi makanan yang siap santap. Pengolahan makanan yang baik adalah yang
mengikuti kaidah prinsip-prinsip hygiene sanitasi (Depkes RI, 2004). Dalam
proses pengolahan makanan, harus memenuhi persyaratan hygiene sanitasi terutama
menjaga kebersihan peralatan masak yang digunakan, tempat pengolahan atau
disebut dapur serta kebersihan penjamah makanan (Kusmayadi, 2008).
d) Prinsip 4 : Penyimpanan Makanan Masak Menyimpanan
makanan dan minuman yang sudah masak di tempat-tempat yang tidak terjangkau
tikus, serangga, binatang pengganggu lainnya. Adapun karakteristik dari pada
pertumbuhan bakteri pada makanan masak yang harus dipantau dan dijaga adalah
kadar air makanan, jenis makanan, suhu makanan.
e) Prinsip 5: Pengangkutan Makanan.
Pengangkuatan makanan yang sehat akan sangat berperan didalam mencegah
terjadinya pencemaran makanan. Pencemaran pada makanan masa lebih tinggi
resikonya daripada pencemaran pada bahan makanan. Oleh karena itu titik berat
pengendalian yang perlu diperhatikan adalah pada makanan masak. Dalam proses
pengangkutan makanan banyak pihak yang terkait mulai dari persiapan, pewadahan,
orang ,suhu dan kendaraan pengangkutan itu sendiri.
f) Prinsip 6 : Penyajian Makanan
Makanan yang disajikan pada tempat yang bersih, peralatan yang digunakan
bersih, sirkulasi udara dapat berlangsung, penyaji berpakaian bersih dan rapi
menggunakan tutup kepala dan celemek. Tidak boleh terjadi kontak langsung
dengan makanan yang disajikan (Kusmayadi, 2008).
2.
Ruang lingkup
Sanitasi
Berdasarkan
pengertiannya yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu upaya pencegahan
penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan
lingkungan hidup manusia. Di dalam Undang-Undang Kesehatan No.23 tahun 1992
pasal 22 disebutkan bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan
kualitas lingkungan yang sehat, yang dapat dilakukan dengan melalui peningkatan
sanitasi lingkungan, baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau
wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia, atau biologis termasuk perubahan
perilaku.
Kualitas
lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang
membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia, melalui pemukiman antara
lain rumah tinggal dan asrama atau yang sejenisnya, melalui lingkungan kerja
antra perkantoran dan kawasan industry atau sejenis. Sedangkan upaya yang harus
dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan adalah obyek
sanitasi meliputi seluruh tempat kita tinggal/bekerja seperti: dapur, restoran,
taman, public area, ruang kantor, rumah dsb.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup kegiatan sanitasi di hotel
meliputi aspek sebagai berikut:
a.
Penyediaan air bersih/
air minum (water supply) Meliputi hal-hal sebagai berikut:
-
Pengawasan terhadap
kualitas dan kuantitas
-
Pemanfaatan air
-
Penyakit-penyakit yang
ditularkan melalui air
-
Cara pengolahan
-
Cara
pemeliharaan.
b. Pengolahan
sampah (refuse disposal) Meliputi hal-hal berikut :
·
Cara/system pembuangan
·
Peralatan pembuangan
dan cara penggunaannya
·
serta cara
pemeliharaannya
c. Pengolahan
makanan dan minuman (food sanitation) Meliputi hal-hal sebagai berikut:
·
pengadaan bahan
makanan/bahan baku
·
Penyimpanan bahan
makanan/bahan baku
·
Pengolahan makanan
·
Pengangkutan makanan
·
Penyimpanan makanan
·
Penyajian makanan
d. Pengawasan/pengendalian
serangga dan binatang pengerat (insect and rodent control)
Meliputi
cara pengendalian vector
e. Kesehatan
dan keselamatan kerja, Meliputi hal-hal sebagai berikut:
·
Tempat/ruang kerja
·
Pekerjaan
·
Cara kerja
·
Tenaga kerja/pekerja
D.
E. Upaya Mengatasi Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan
1.
Upaya Mengatasi
Sanitasi Lingkungan
Saat
ini, 70% dari rumah di kota menggunakan septik tank pribadi, tetapi sebagian
besar tidak berfungsi baik, sementara kurangnya investasi, minat dan aturan
dari pemerintah setempat berakibat pada perencanaan yang kurang tepat bagi
pelayanan sanitasi termasuk pembuangan kotoran. Berikut upaya ESP untuk
membantu mengatasi masalah ini:
a.
Pemetaan Sanitasi
Langkah pertama untuk
memperbaiki sanitasi di seluruh kota. Kegiatan ini melibatkan identifikasi situasi
pelayanan air dan sanitasi sekarang, sumber polusi, serta pertimbangan teknis
dan sosial lain. Hal ini akan membantu pengambil keputusan untuk menetapkan
prioritas program sanitasi jangka pendek hingga menengah.
b. Sistem
Air Limbah Terpusat
Sistem
air limbah terpusat terdiri dari jaringan got dan instalasi pengolahan air
limbah. Untuk meningkatkan operasi sistem-sistem ini, ESP mendorong sistem
penagihan biaya yang tepat, meningkatnya efisiensi, meningkatnya pendapatan
melalui basis pembayaran dan pelanggan yang lebih luas, dan perhatian lebih
pada perbaikan dan pemeliharaan.
c. Sanitasi
berbasis Masyarakat
Sistem kecil yang
biasanya melibatkan hingga 100 keluarga dan dioperasikan oleh masyarakat atau
LSM setempat atas nama masyarakat. Di wilayah yang rumah-rumahnya memiliki
toilet, terdiri atas jaringan saluran pembuangan dari masing-masing rumah
menuju fasilitas pengolahan bawah tanah. Untuk lingkungan perumahan yang tidak
memiliki toilet, fasilitas sanitasi ini adalah Mandi, Cuci dan Kakus (MCK++), termasuk
pasokan air dan fasilitas pengolahan air limbah bawah tanah.
d. Tinja
Setiap
kota besar memiliki instalasi pengolahan tinja, tetapi sebagian besar instalasi
tersebut tidak berfungsi. Sistem pengumpulan kotoran juga dioperasikan (oleh
sektor pemerintah atau swasta), tetapi pengurasan septik tank tidak terjadi
secara teratur.
e.
Sampah padat
ESP
memfokuskan pada sistem Pengelolaan Sampah Padat Berbasis Masyarakat (CBSWM),
dengan mengurangi jumlah sampah padat melalui promosi penggunaan kembali, daur
ulang, dan pembuatan kompos.
2.
Upaya mengatasi
Hygiene
Program
Jamkesmas merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi hak pelayanan kesehatan
bagi masyarakat miskin sebagaimana diamanatkan Undang Undang Dasar 1945 pasal
28H dan Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Program Jamkesmas
dimulai Tahun 2008 yang merupakan lanjutan dari program-program yang sudah
dijalankan sebelumnya, terakhir melalui program asuransi sosial yang dikenal
dengan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (PJKMM) dan Askeskin Tahun
2004 s.d. 2007. Keberadaan program Jamkesmas diharapkan mampu meningkatkan
akses dan mutu pelayanan kesehatan sehingga tercapai derajat kesehatan yang
optimal secara efektif dan efisien bagi seluruh peserta Jamkesmas.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kata “hygiene” berasal dari bahasa Yunani yang
artinya ilmu untuk membentuk dan menjaga kesehatan. Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan
kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
Ruang lingkup dari
hygiene dibagi menjadi 2, yaitu hygiene perorangan dan hygiene makanan dan
minuman. Sedangkan ruang lingkup kegiatan sanitasi di
hotel meliputi aspek sebagai berikut:
1. Penyediaan air bersih/ air minum (water
supply)
3. Pengolahan
sampah (refuse disposal)
4. Pengolahan
makanan dan minuman (food sanitation)
5. Pengawasan/pengendalian
serangga dan binatang pengerat (insect and rodent control)
6.
Kesehatan dan
keselamatan kerja,
Upaya mengatasi sanitasi lingkungan, diantaranya dengan
pemetaan sanitasi (langkah pertama untuk memperbaiki sanitasi di seluruh kota),
sistem air
limbah terpusat (sistem air limbah
terpusat terdiri dari jaringan got dan instalasi pengolahan air limbah), sanitasi berbasis masyarakat(sistem kecil yang
biasanya melibatkan hingga 100 keluarga dan dioperasikan oleh masyarakat atau
LSM setempat atas nama masyarakat),
tinja(sistem
pengumpulan kotoran juga dioperasikan oleh sektor pemerintah atau swasta,
tetapi pengurasan septik tank tidak terjadi secara teratur), sampah padat(ESP memfokuskan pada
sistem Pengelolaan Sampah Padat Berbasis Masyarakat (CBSWM), dengan mengurangi
jumlah sampah padat melalui promosi penggunaan kembali, daur ulang, dan
pembuatan kompos).
Sedangkan upaya mengatasi Hygiene (kesehatan masyarakat),
diantaranya adalah program Jamkesmas. Program jamkesmas
merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi hak pelayanan kesehatan bagi
masyarakat miskin sebagaimana diamanatkan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28H
dan Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.
B.
Saran
Sebagimana telah dijelaskan,
sebagai masyarakat yang baik yang mencintai lingkungan sebaiknya harus menjaga
kesehatan. Dengan menjaga kebersihan itu merupakan modal awal kita untuk
menjaga kesehatan. Oleh karea itu, saya menyarankan untuk selalu manjaga
kebersihan, walaupun dengan hal yang sangat sederhana. Namun itu akan
memberikan dampak banyak bagi tubuh kita.
Selain itu kerjasama yang baik
antara masyarakat dan pemerintah juga dibutuhkan untuk menjaga kebersihan di
masyarakat. Karena dengan lingkungan masyarakat yang bersih maka akan
menjadikan kesehatan masyarakat di sekitarnya terjaga. Seperti halnya dengan
melakukan kerja bakti setiap satu minggu sekali.
DAFTAR PUSTAKA
http://gagaje.blogspot.com/2013/05/pengertian
-sanitasi-dan-hygiene.html?m=1
Rizk Casino and Sportsbook Review 2021
BalasHapusRizk Casino is a top-rated online 부산광역 출장마사지 casino powered by Microgaming, providing an excellent 아산 출장샵 range of 천안 출장마사지 slots, bingo, and table 충청남도 출장안마 games. It is owned and operated 제주도 출장마사지